Mudah-mudahan bukan karena terdorong merasa lebih baik. Mudah-mudahan juga bukan karena merasa telah sedikit berbuat untuk dakwah (apalagi banyak). Saya sendiri masih harus sering-sering dan selalu menata niat, memperbaiki hati. Saya sendiri sadar bahwa : Apa yang telah saya berikan untuk Islam? adalah pertanyaan singkat yang masih belum mampu saya jawab.
Saya berharap bahwa catatan sembari melintas masa, hanyalah satu ajakan dan sebuah seruan untuk direnungkan bersama. Barangkali saja saya yang salah di dalam menilai dan menyimpulkan.
Saudaraku, banyak kesempatan beribadah dan peluang pahala berlipat-ganda yang terlewatkan. Saat kita memberikan jawaban, "Maaf saya sedang banyak kerjaan!". Sadarkah kita konsekuensi dari jawaban di atas?
Kesempatan pahala di shaf pertama dalam shalat terlewatkan karena alasan pekerjaan? Padahal seandainya kita mengerti tentang pahalanya, harus melalui undian pun kita siap melakukan.
Kesempatan duduk di majlis ilmu untuk meraih ketenangan hati, satu majlis dengan para malaikat, disebut-sebut oleh Allah dan dimudahkan jalan untuk masuk surga, lantas disia-siakan dengan alasan pekerjaan? Akal sehat manakah yang bisa berpikir demikian?
Kesempatan untuk didoakan dan dimohonkan ampun oleh seluruh penduduk langit dan bumi, sampaipun semut-semut dan ikan karena menjalankan tugas dakwah, apakah kita biarkan hilang begitu saja? Lagi-lagi karena alasan pekerjaan?
Kesempatan untuk meraih tiket surga dengan merawat orangtua yang sudah renta dan lanjut usia, apakah kita pura-pura lupa atau tutup mata? Hanya karena alasan pekerjaan?
Subhaanallah! Selagi Anda masih sehat, kuat dan berusia muda, cobalah berpikir dalam renungan jujur, supaya memberikan yang terbaik untuk Islam.
Apakah menunggu masa pensiun, usia purna dan tubuh telah tua serta sakit-sakitan, baru kemudian Anda serahkan diri Anda untuk Islam? Setelah Anda tidak mempunyai apa-apa lagi?
Fa'tabiruu yaa ulil ab-shaar! Jadikanlah sebagai renungan wahai orang-orang yang diberi karunia kecerdasan dan kepintaran.
Abu Nasim Mukhtar "iben" Rifai La Firlaz
13 Oktober 2016/12 Muharam 1437 H
(Sesaat Sebelum Kajian Shubuh Tafsir surat Al 'Ashr)
===============================
Channel Telegram @kajianislamlendah